Amat Victoria Curam

Hello there, kembali lagi dengan artikel gue yang terus mencoba untuk menginspirasi pembaca walaupun mungkin nggak terinspirasi-terinspirasi banget. Kalo buat gue sih tulisan yang membuat gue terinspirasi itu adalah tulisan yang berupa cerita, yang mengalir apa adanya, ceritain kisah sukses, bukan tulisan yang sengaja dibuat untuk mendorong pembaca dengan kalimat motivasi dan mengajak yang didalamnya ada kata “Ayo…” “Maka dari itu kita harus…” “So, lakukan apa yang menurut kamu…” bla bla bla dan sebagainya. Tapi gue juga nggak memungkiri kalo gue pernah menulis seperti itu, ya maklum masih pemula :p

Okay, sekarang gue pengen cerita di artikel ini, terinspirasi dari sebuah film yang judulnya “The Mechanic”. Film ini menceritakan seseorang bernama Arthur yang berperan sebagai pembunuh bayaran. Dia harus melakukan tugasnya dengan sebersih-bersihnya sehingga permbunuhan itu nggak terlihat seperti sebuah tragedi pembunuhan namun terlihat seperti peristiwa kecelakaan, bunuh diri, atau sebagai korban tindakan kriminal. Singkat cerita, Arthur disuruh oleh bosnya untuk membunuh Harry, temannya sendiri sebagai akibat dari kegagalan job nya di Afrika Selatan. Kemudian dia membunuh Harry dan membuatnya seolah-olah Harry sebagai korban kriminal perampokan mobil. Anak Harry, Steve, berjanji akan mencari pembunuh ayahnya dan membunuhnya. Arthur kenal dengan anaknya itu dan kemudian memasukkan Steve ke dalam agensi pekerjaan Arthur, juga sebagai pembunuh bayaran seperti Arthur. Disitu, mereka berdua bekerja sama dalam melakukan sebuah pembunuhan.

Singkatnya, Steve menemukan pistol ayahnya di rumah Arthur, dan Steve pun mengetahui kalau ternyata pembunuh ayahnya adalah Arthur, namun dia diam saja. Kemudian suatu hari, ketika mereka berdua selesai melakukan pembunuhan, mereka pergi mengisi bensin. Di perjalanan, tanpa sepengetahuan Steve, Arthur melihat pistol Harry ada di pinggang Steve. Disitulah Arthur tahu bahwa Steve sudah mengetahui siapa pembunuh ayahnya. Kemudian, Steve keluar dari mobil untuk mengisi tangki bensin. Namun ia tidak mengisi bensin itu ke dalam tangki, tetapi justru hanya menyangkutkannya sehingga bensin mengalir deras diluar tangki tanpa sepengetahuan Arthur yang ada di dalam mobil. Kemudian Steve pergi menjauh, dan dia menembak tangki mobil tersebut sehingga meledaklah mobil dan pom bensin tersebut.

Steve merasa ia sudah menang dan menuntaskan dendamnya. Kemudian ia pergi ke rumah Arthur, mengemasi barang-barangnya yang ada di rumah itu dan pergi meninggalkan rumah Arthur dengan mobil Jaguar milik Arthur. Di tengah jalan, Steve melihat ada notes di kursi penumpang, dan ketika Steve membacanya, notes itu bertuliskan “Steve, if you’re reading this then you’re dead!” Steve hanya tertawa membacanya, dan sesaat kemudian mobil yang dikendarainya meledak, bersamaan dengan meledaknya rumah Arthur. Ternyata, ketika mobil dinyalakan, itu akan mengaktifkan sistem peledak yang sudah disiapkan Arthur. Dan disaat yang bersamaan, Arthur sedang mengendarai mobil lain, ia berhasil lolos dari ledakan pom bensin itu, dan sekarang dia meninggalkan pom bensin yang meledak, meninggalkan Steve yang tewas, meninggalkan kehidupan lamanya. Akhir scene, ditampilkan pistol milik Harry yang bertuliskan “Amat Victoria Curam”.

Ada lagi cerita lain. Cerita kali ini adalah tentang seorang Billy Mills. Anyone knows him? Dia adalah juara peraih medali emas dalam Olimpiade Tokyo 1964 cabang Lari 10 kilometer. Billy Mills lahir di South Dakota 30 Juni 1938. Sampai pada tahun 1964, belum ada satu orangpun atlet Lari 10 kilometer asal Amerika Serikat yang meraih medali emas. Billy Mills, bertekad menjadi orang Amerika Serikat pertama yang berhasil meraih medali emas dari cabang Lari 10 kilometer di ajang Olimpiade.

Then what did he do? Dia mempersiapkan segalanya untuk meraih medali emas tersebut selama empat tahun! Empat tahun sebelum Olimpiade tersebut digelar, ia sudah mulai mempersiapkannya. Biasanya kan kalo kita nih, misalnya persiapan mau UAN, persiapannya pasti setahun sebelum UAN, tapi nggak terlalu greget-greget banget, masih agak santai. Tapi Billy Mills, dia mempersiapkannya dengan sangat sungguh-sungguh mulai dari empat tahun sebelumnya. Dia mempersiapkan fisik dan mentalnya. Dalam mempersiapkan mentalnya, dia bermain “Inner Game”. Dia masuk ke alam bawah sadarnya dan membayangkan dengan sangat detail bagaimana perlombaan itu berlangsung. Pada lap kesekian dia berada di posisi berapa, berapa kecepatannya ketika masuk lap kelima, berapa waktu yang ia tempuh ketika berada di lap keempat, dan itu dia lakukan setiap hari selama empat tahun! Hasil lombanya? Yes, he won it! Dia melewati lomba sama persis seperti ketika ia membayangkannya setiap hari selama empat tahun, sampai akhirnya menjadi pelari pertama yang menyentuh finish line.

Nahh, dari dua cerita di atas, apa pelajaran yang bisa diambil? Kenapa si Arthur yang akhirnya bisa lolos, padahal di sisi lain Steve merasa sudah pasti menang melawan Arthur? Kenapa Billy Mills bisa jadi orang Amerika pertama yang mendapat medali emas di Olimpiade cabang Lari 10 kilometer? Pastinya dong, berkaitan sama judul artikelnya. Amat Victoria Curam – Victory Loves Preparation – Kemenangan Mencintai Mereka yang Siap.

Mau menang? Udah siap?

Cheerio :D

Posted by @vilisarnie

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s