Krida Art Group (Part-3): Air Keran dan Semakin Norak!

man-person-people-emotionsHari-hari di selama di Sluiskil kebanyakan dipenuhi dengan Indonesia Night, tampil di beberapa elementary school, dan mengikuti festival kecil. Seperti hari ke-dua di Sluiskil, kami melakukan pentas pertama kami di Eropa bertajuk Indonesia Night. Acara ini sebagai bentuk perkenalan kami kepada para Guess Parents dan juga panitia-panitia yang berasal dari Belanda. Kami membawakan beberapa tarian, diantaranya Tari Jaipong, Tari Sajojo Papua, Tari Rampai Aceh, dan Rampak Gendang.

Tari Rampai Aceh

Tari Rampai Aceh

Rampak Gendang

Rampak Gendang

Tari Jaipong

Tari Jaipong

Di hari berikutnya, masih acara Indonesia Night tapi lebih santai. Kami dengan para Guess Parents kembali berkumpul dan riuh-riuh bersama. Mulai dari ngobrol, nyanyi bareng, sampai joget-joget bareng. It was really fun! Karena dengan begitu kita jadi makin deket sama para Guess Parents, dan seperti punya keluarga besar yang baru. Mereka semua sangat welcome sama kami dan sangat senang bisa menerima kami selama berada di sana. Di acara itu, kami diajarin sama anak-anak kecil anaknya si Guess Parents suatu tarian, bukan tarian juga sih, kaya gerakan gitu, namanya Jumps. Sederhanaaaa banget gerakannya, tapi kok kayanya susah diikutin, while mereka enak banget geraknya haha. Mereka udah ngajarin dari pelan, sampe akhirnya cepet-cepet karena kesel mungkin kitanya ngga bisa-bisa haha.

Kalau mau pulang dari acara tertentu, biasanya saya dan Agha suka diajak jalan-jalan dulu sama Dennis atau Marjan, tergantung siapa dari mereka yang jemput kami. Bukan model tamasya gitu sih, yaa cuma jalan-jalan mampir-mampir aja. Atau pernah juga diajak ngemil dulu, ke McDonalds haha. And Marjan asked me. Is there any McDonalds in Indonesia? Hahaha, pertanyaannya agak ngeledek nih. Ya adaaaa lah.

Suatu hari di perjalanan mau pulang, yang waktu itu dijemput Dennis dan Erik, kami lewat jalan yang berbeda. Di tengah jalan, Dennis meminggirkan mobilnya, dan kita keluar mobil. Posisinya saat itu di dekat jembatan. Dennis bilang, ada kapal mau lewat. What? Kemudian terdengar bunyi agak berisik dan jembatan di dekat kami itu terangkat! Cool!!! Hahaha, norak lagi kan. Ternyata kapal itu mau lewat di depan kita, melewati jembatan tersebut sehingga jembatannya terangkat untuk memberi lewat si kapal. Yang beginian gak ada nih di Indonesia hahaha.

Kalau lagi di rumah, biasanya kami bingung mau ngapain. Nyoba nonton tv, tapi ngga tau itu tv ngomong apaan, ngga ngerti sama bahasanya. Tapi waktu itu lagi masa-masa Euro 2008. Jadi kami sering nonton bareng di rumah, apalagi kalau tim Oranjee yang main. Erik yang suka bola pasti paling semangat.

Ada kejadian yang bikin Saya malu pas pertama-tama di rumah itu. Waktu itu saya haus, pengen minum. Saya lihat di dalam kamar tuh disediakan teko sama gelasnya dua. Tapi kosong, ngga ada air nya. Saya turun lah ke bawah, minta sama Dennis. Dennis, may I have some water? Terus dia nanya “What do you want to drink?” Karena saya maunya minum air putih aja, ya Saya bilang just a mineral water, please. Soalnya bingung air putih bahasa inggrisnya apa hahaha, kalo di Indonesia minta air mineral kan dikasih aqua tuh. Terus dia buka kulkas, ngeluarin Mineral Water with Bubble. Saya bilang ngga usah yang itu, just a normal water. Terus dia muter keran aer di dapur! Dikasihin ke saya! Saya kira dia marah sama saya haha. Saya cuma ngeliatan itu gelas isi air keran. Dennis nanya kenapa? Saya sambil bingung nanya emang ini bisa diminum? Dia ketawa. “Of course! Here in Holland you can drink just from the tap water. You can drink while you take a bath. Any water comes from a tap water can be drunk here.” Kereeeen amaaatt minum dari air keran! Norak lagi. Air nya memang bersih, ngga berbau, dan seger. Kaya air mineral kalo di Indonesia, bukan air mentah yang dimasak biar mateng. Dan ternyata Dennis udah ngasih tau dari hari pertama tapi Saya ngga fokus dengerin. Alhasil malu deh jadinya haha. Besokan paginya, sebelum gosok gigi saya minum dulu dari wastafel haha.

Pagi-pagi, walaupun katanya musim panas, tetep aja dingin! Saya lihat temperatur di mobil nunjukin 11 derajat celcius. Siang harinya juga tetep berasa dingin. Saya masih sering pakai jaket, padahal orang-orang sana pada kaosan, kutangan, tank topan. Malah aneh melihat beberapa dari kami yang pakai jaket atau sweater.

Lanjut Festival di Zeeland Seaports dan jalan-jalan ke Belgia di Part-4 yaa :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s