Konsistensi

light-coffee-pen-working

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia artinya adalah; 1) ketetapan dan kemantapan dalam bertindak; ketaatasasan; 2) kekentalan; 3) kepadatan, kepejalan, atau ketetalan jaringan yang menyusun bagian tubuh buah; 4) ketahanan; derajat kohesi.

Sering sekali kata konsistensi ini diperdengarkan dalam berbagai kesempatan, dan secara khusus disampaikan untuk hal yang berkaitan dengan pekerjaan, atau melakukan suatu kegiatan tertentu. Bagi saya, konsistensi adalah keberulangan dalam melakukan suatu hal yang sama secara terus-menerus hingga mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Konsistensi yang berasal dari kata konsisten berarti melakukan sesuatu secara tetap, dan tidak berubah. Kegiatan tersebut terus dilakukan dengan cara yang sama, sampai akhirnya mencapai tujuan.

Bagi saya, konsistensi adalah hal yang sulit sekali dilakukan. I once told you that my weakness is lack of consistency. Saya sering banget cuma anget di awal, semangat di awal, dari awal sudah berniat akan konsisten sampai akhirnya nanti akan mencapai tujuan yang sudah ditetapkan, tetapi akhirnya seringkali berhenti di tengah jalan dan tidak berlanjut lagi karena ngga konsisten. Suatu waktu saya sempet jengkel sama diri sendiri kenapa sih ngga bisa konsisten. Tingkat konsistensinya rendah.

Saya tau itu kelemahan terbesar saya, dan sekarang saya mau coba perbaiki. Salah satu cara yang saya lakukan adalah dengan menulis ini. Saya menantang diri saya untuk menulis setiap hari selama satu tahun. Buat saya ini ngga main-main. Setahun men! Haha. Ngga main-main buat yang katanya mau belajar konsisten. Sebulan dua bulan mungkin masih make sense karena pasti udah berat banget. Tapi saya mau tantang lagi untuk langsung setahun aja sekalian. Dan baru di hari ke-16 ini rasanya udah berat banget. Sering banget godaan yang namanya malas itu datang dan bikin jadi ngga konsisten.

Nulis selama 16 hari berturut-turut itu ternyata susah-susah gampang. Akan jadi gampang kalo kamu selalu punya cerita dan ngalamin hal baru yang bisa dibagi setiap harinya. Tapi kalau ngga tiap hari kita punya cerita baru, trust me that’s frustrating. Dan itu bisa banget bikin saya nyerah dari konsistensi.

Konsistensi dalam hal saya menulis juga bukan hanya sekedar menulis tiap hari, tapi juga konsisten dalam hal-hal yang kecil dan detail. Contohnya, konsisten untuk membuat tulisan yang layak dibagi, konsisten menggunakan pilihan kata, konsisten dengan tampilan tulisan, konsisten dengan waktu menulis, dan lain-lain. Cukup mudah, tapi bisa jadi sangat sulit juga. Pengen rasanya sehari aja saya ngga nulis, karena memang pas lagi ngga ada ide, dengan asumsi “ah pasti besok ada banyak yang bisa ditulis”, padahal belum tentu juga.

Kalau sudah rasa-rasa pengen curangin diri sendiri gitu, yang saya lakukan hanya mengingat-ingat kembali kenapa saya melakukan hal itu dan apa tujuan akhir saya melakukan hal itu. That’s it! Ngga ada yang lain, karena ya memang dua itu kan alas an kita memulai?

Stop at the finish line, not when you’re tired. It may be hard, but it’s worth it

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s