Krida Art Group (Part-7): Jalan-Jalan di Sluiskil

Kembali dari Belgia, kembali ke rutinitas di Sluiskil. Manggung di sana dan di sini, festival di sana dan di sini. Ikut parade di sana dan di sini. Oiya, selama di Sluiskil ini kami sempat mengikuti satu parade. Kalau ngga salah itu pas lagi festival di Zeeland Sepaorts, parade ini bagian dari festival itu. Jadi kami beserta peserta dari Negara lain melakukan pawai menyusuri jalan-jalan di sekitar seaports. Kami berjalan beriringan, terkadang dengan koreo-koreo tertentu. Di tengah-tengah pawai juga tak jarang kami berhenti berjalan, untuk menampilkan satu atau dua tarian. Menyenangkan! Dan cukup melelahkan. Tapi ada pawai yang jauh lebih melelahkan nantinya. Nanti aja tapi diceritainnya :D

Selama di Sluiskil, saya sama Agha, yaa lumayan sering lah diajak jalan-jalan sama Guess Parents. Seringnya sih sama Dennis sama Erik. Suatu hari kami diajak pergi lihat kincir angin yang model tua, bukan yang modern seperti di gambar yang saya post di ­part-part awal. Kali ini kincir anginnya masih berbentuk bangunan. Dibuat dari tembok/bata. Dan ngga terlalu tinggi seperti yang sudah modern.

IMG_0095 IMG_0097Saya sebenernya lebih suka yang model lama ini, karena pasti akan timeless, ngga akan termakan zaman. Walaupun sudah ngga dipakai lagi, tapi masih menyimpan nilai historis.

Habis lihat kincir angin, kami di bawa Dennis ke tempat main Gliding atau Terbang Layang. Tempatnya di sebuah lapangan datar yang luas banget, dan di sana ada beberapa Gliders yang siap diterbangkan. Gliding ini merupakan salah satu aktivitas atau bisa dibilang air sports. Para pilot mengendalikan pesawat Gliders ini yang tanpa mesin. Untuk bisa terbang, ketika take off, Gliders ditarik dengan menggunakan kabel, dengan motor penggulung kabel. Sampai nanti Gliders sudah mengudara, kabel tersebut akan dilepas dan Gliders bebas mengudara dengan kekuatan angin. Pilot yang sudah berpengalaman bisa menerbangkan Gliders tanpa mesin ini hingga ratusan kilometer.

IMG_0106 IMG_0107 IMG_0108Pengen banget sebenernya naik Gliders, nyobain terbang, sebagai penumpang aja. Kalau sebagai pilot kan belum bisa. Tapi ngga memungkinkan juga kami untuk terbang. Jadi cuma bisa foto-foto aja. Itu juga udah seneng hahaha.

Part selanjutnya mungkin jadi part terakhir di Sluiskil sebelum kami pindah homebase :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s