Krida Art Group (Part-8): Happiest & Saddest Part of Sluiskil

Saya ngga tau tulisan tentang Krida Art Group ini bakal jadi sampai berapa part, tapi part kali ini adalah part yang bikin saya baper. Baru kepikiran mau nulis aja udah baper. Ini adalah part terakhir kami di Sluiskil setelah kurang lebih 10 hari kami disini.

Mungkin waktu itu hari Sabtu, atau Minggu, saya agak lupa. Hari itu dari pagi banget kami semua udah ngumpul di sekolah di mana Marjan jadi kepala sekolah di situ. Acaranya di situ seharian penuh cuma main-main doang. Mulai dari pagi, kita main sama anak-anak di situ. Ada yang main bola, main twister, main Frisbee, atau pada lari-larian doang. Kami juga masak di situ. Masak makanan Indonesia! Ahh kangen banget makanan Indonesia! Tapi karena jumlah orang yang dating banyak banget, jadinya per-orang cuma dapet porsi sedikit. Masih laper dan kurang puas!

Mulai agak sore, kegiatan mulai dipusatkan di halaman sekolah. Di situ kami mengajari anak-anak kecil itu bermain angklung. Tiap anak pegang satu angklung, dan belajar dipandu oleh kami. Mereka memainkan angklung menyanyikan lagu anak-anak Belanda. It was fun. They were very interested! Kami juga ngajarin mereka tarian Rampai Aceh. Gerakan yang gampang-gampang aja yang mereka bisa dengan mudah ikuti. Een…Twee…Drie…Vier… Een…Twee…Drie…Vier. Begitu hitungan untuk membantu mereka melakukan gerakannya haha. Kami juga ngajak dan ngajarin mereka Poco-Poco! Ini rame banget nih semua pada ikutan. Kami mengajak semua Guess Parents dan anak-anak itu untuk ikutan Poco-Poco. Rame bangettt!

Habis itu, anak-anak kecil ini ternyata melakukan perform di depan kami. Surprised! Tiba-tiba keluar cewek-cewek dan kami kaget. Mereka membawakan tarian dengan kostumnya. Sepertinya tarian dari Belanda. Kostumnya warna-warni dan warnanya ngga ada yang kembar tiap anak. Lucu! Wah pokoknya hari itu bener-bener fun deh. Happy!! Sampai lupa kalo hari ini adalah hari terakhir di sini dan besok kami sudah harus pindah base ke Brunssum. Acara di sekolah ini berakhir di sore hari menjelang malam.

Ini juga menjadi hari terakhir saya dan Agha di rumah Dennis. Kami makan malam bersama dan berbincang cukup banyak. Dennis orangnya sangat ekspresif. Terkadang kocak. Tapi ekspresifnya itu ketika lagi ngomong, seperti seluruh tubuhnya juga ikut berbicara. Dia bisa menggambarkan sesuatu secara detail, dan kami yang diceritakan bisa cepet mengerti, walaupun cuma “ooh”, “wow” saking semangatnya dia kalau cerita. Dennis suka dengan musik, terutama music Jazz. Dan dia pandai bermain drum. Cocok sama Agha yang juga pemain drum. Dennis punya satu set drum di kamar atas dan dia sering main drum sama Agha, sementara saya main PS sama Erik. Dennis juga jago masak! Bahkan Marjan istrinya mengakui kalo Dennis lebih jago masak dari dia. Pernah suatu hari kami di rumah ada sedikit acara “makan besar”. Dan itu semua Dennis yang masak! Saya sama Agha bantuin dikit-dikit. Kami bikin Pizza haha. Cuma nemenin doang sih, ngga bantuin :D

Berbeda dengan Dennis, Marjan istrinya lebih firm. Mungkin karena dia juga seorang kepala sekolah, jadi pembawaannya lebih tenang. Marjan juga banyak membantu kami kalau kami butuh sesuatu, dan dia yang paling sering antar jemput kami berdua. Marjan seperti Marit, anak perempuannya. Oh salah, Marit yang seperti Marjan. Dia firm, kalem, tenang, cantik juga. Dan karena dia sudah bisa berbahasa Inggris dengan lancar, kami ngga terlalu kesusahan berkomunikasi dengan dia. Kalau Erik, masih belum lancar berbahasa Inggris, tapi kami masih nyambung. Kadang pakai bahasa isyarat haha, atau kadang dia tanya ibu, ayah, atau kakaknya.

Me and Erik

Me and Erik

Me and Marit

Me and Marit

“There’s always come and go, Darling. Just let it be.”

Saya dan Agha deket dan sering main sama Erik. Saya sering main PS bareng di kamarnya, sampai malam. Kadang sampai diingatkan ibunya untuk tidur karena besok masih harus sekolah. Dia juga disenangi sama temen-temen cewek kami, katanya lucu dan ganteng. Makanya dia seneng kalo kami ajak ke pertunjukan kami, karena dia pasti dikerubungi cewek-cewek haha. Di malam terakhir itu, ketika dia tau kalau besok hari kami akan pergi, dia ngambek. He ran to his room upstairs and slammed the door. Ibunya nyusul ke atas dan katanya dia nangis, sedih sekali. She said to him “Don’t be sad. If you cry like this, we will not take any guess in our home again. There’s always come and go in this life, darling. Just let it be.” Kata ibunya, ini kali keempat mereka nerima tamu seperti kami, tapi baru kali ini Erik dekat dengan tamunya. I was sad too. He’s a great and funny kid. He laugh a lot, he always tried to makes us comfortable in his home. Kalau saya lagi main PS sama dia, pasti di tengah-tengah itu dia selalu nawarin “would you like something to drink? To eat?” Kalimat itu baru dia pelajari dari ibunya. And I always said “no thank you, Boy!”

Masih inget kalau dia pingin banget ke Snow Base tempat main snowboard yang di deket rumahnya dan masih tahap finishing itu? Look how he becomes now.

Taken from Erik's Instagram

Taken from Erik’s Instagram

Taken from Erik's Instagram

Taken from Erik’s Instagram

He becomes a Snowboarder! And he participated in Youth Olympic Game. Uberrrr cool!! Ah I miss all of them. Malam itu malam terakhir saya lihat Erik, karena paginya saya ngga ketemu dia. Sebenarnya masih ada kesempatan lagi untuk kami bertemu di akhir mau pulang ke Indonesia nanti, kami mampir ke Sluiskil lagi. Tapi saat itu mereka sekeluarga pergi liburan ke Paris, jadi kami ngga bisa ketemu lagi. Sad, I was so sad. 

Complete

Complete

But there’s always come and go, right? We just have to let it be. Hopefully there’s something that will bring me back to their home and see them again. What a lovely family.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s