Traveling Solo

pexels-photo-101063No, guys. This is not a post about me traveling solo. This is a post about me, that want to traveling solo so bad. Yaaa, saya belum pernah traveling solo, sendirian. Traveling means pergi ke suatu tempat, liburan, mengeksplor tempat baru yang belum pernah dikunjungi sebelumnya, sendirian. Kalau kata anak-anak hits sekarang tuh “wander”. Become a wanderer. Tsailaaah…

Entah kenapa saya pengen banget traveling sendirian. Mungkinkah karena saya seorang introvert? Jadi cenderung lebih suka sendiri. Sebelumnya kalo traveling pasti saya bersama temen-temen saya. Seru juga kok, super fun. Cuma saya merasa ada beberapa hal yang ngga akan saya dapatkan kalau saya traveling rame-rame. Saya merasa ada beberapa hal yang hanya akan saya dapatkan kalau saya traveling sendiri. “Apa enaknya sih traveling sendiri? Enak kan rame-rame banyak temennya, jauh lebih seru.” Ya iya sih, saya juga belum tau apa enaknya traveling sendiri, makanya saya pengen traveling sendiri. SIapa tau beneran enak :D

Kata beberapa orang, solo traveling membuat kita lebih mengenal diri kita sendiri. Saya jadi penasaran, sebenernya saya udah kenal diri saya sendiri atau belum sih? Bener ngga sih kalau solo traveling bisa bikin kita jauh lebih mengenal diri sendiri? Hal tersebut bisa terjadi karena ketika solo traveling akan ada banyak masalah yang harus dihadapi sendiri, membuat keputusan sendiri. Dan keputusan itulah yang akan membawa kemana kita pergi selanjutnya, menentukan apa yang akan terjadi selanjutnya. Ah, saya penasaran.

Kata mereka, solo traveling juga membuat kita meningkatkan sense kita terhadap sekeliling yang cakupannya lebih luas. Berbeda ketika kita traveling bersama-sama, dimana kita cenderung akan fokus pada grup kita sendiri, tidak lebih luas. Traveling sendiri juga membuat kita bebas membawa kemana kita akan pergi, berapa lama kita di suatu tempat, kegiatan apa yang mau dilakukan, dan semua itu diatur sendiri. Hemm, jauh lebih leluasa ketimbang rame-rame.

Saya semakin pengen traveling solo waktu tau ada buku 30 paspor karya mahasiswa Pak Rhenald Kasali. Mahasiswa-mahasiswa yang berjumlah 30 orang di kelas Pak Rhenald Kasali itu ditugasi untuk pergi ke luar negeri, satu mahasiswa satu negara. Ketika pulang, mereka membawa cerita dari 30 negara berbeda, kemudian dijadikan satu buku. Pak, I wish I could join your class!

Kenapa sampe sekarang saya belum travel solo? Dulu ngga punya duit. Haha, masalah mahasiswa anak kosan. Plenty of time, but no money. Now? The opposite. Tapi sampai sekarang masih nyoba nyari waktu dimana ada sela nya, nyari destinasi-destinasi yang memungkinkan untuk dikunjungi dalam waktu yang relatif singkat. Pengen ngebuktiin sendiri, omongan saya di atas itu sebenernya sotoy apa engga haha. Guys, if you have any insight or experience about traveling solo, I will gladly excitedly hear it from you! So please don’t hesitate to kompor-ing me more and more :)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s