Jangan Belajar dari Kesalahan

building-joy-planning-plans

Kita belajar lebih baik dari keberhasilan kita

Apa yang sebenarnya kita pelajari dari kesalahan? Mungkin kita belajar untuk tidak mengulanginya lagi, tapi seberapa bernilai kah itu? Kita masih belum tau apa yang harus kita lakukan setelah kegagalan itu. Dengan pengetahuan yang sama kita masih bisa mengulang kesalahan yang sama yang membuat kita gagal.

Kita tetap membuat kesalahan dengan belajar dari kesalahan kita.

Siapapun yang bilang bahwa kita bisa dan harus belajar dari kesalahan kita telah membuat sebuah kesalahan. Manusia lebih baik dalam belajar setelah mereka melakukan sesuatu yang benar, dibanding setelah melakukan sesuatu yang salah.

Kenapa kita belajar lebih banyak dari keberhasilan kita.

Penelitian dari MIT di masa lalu menunjukkan bahwa otak belajar lebih banyak setelah mencapai sebuah keberhasilan, bukan kegagalan. Studi tersebut mengindikasikan, kontra dengan apa yang diterima secara global (belajar dari kesalahan), bahwa neuron-neuron dalam otak mampu menyimpan memori atas sebuah kesuksesan ketika belajar dan berjalan lebih baik setelah kita melakukannya dengan benar, bukan melakukan yang salah.

We have shown that brain cells keep track of whether recent behaviors were successful or not,” Miller said. Furthermore, when a behavior was successful, cells became more finely tuned to what the animal was learning. After a failure, there was little or no change in the brain — nor was there any improvement in behavior.

Belajar dari keberhasilan kita.

Belajar dari keberhasilan kita di satu sisi, membuat kita menjadi orang yang lebih baik yang mengetahui mana yang bisa membuat kita berhasil dan yang paling penting adalah kita bisa melakukannya lebih baik lagi.

Kesalahan membuatnya layak untuk dipelajari, membuat kita tumbuh dan meng-improve diri, tetapi kesalahan kita tidak akan membuat kita menjadi orang yang lebih baik jika kita tidak berhenti sejenak, dan belajar dari mereka yang berhasil melakukannya.

Menurut ilmuwan, Orang yang tetap melakukan kesalahan yang sama memiliki lebih sedikit otak yang aktif.

Sebuah penelitian dipimpin oleh Profesor Joydeep Bhattacharya di Departemen Psikologi Goldsmith, Universitas London, menguji bagaimana otak mendefinisikan seseorang sebagai “pembelajar yang baik” dari mereka yang tidak belajar dari kesalahannya.

‘We are always told how important it is to learn from our errors, our experiences, but is this true?,’ he said. ‘If so, then why do we all not learn from our experiences in the same way? It seems some people rarely do, even when they were informed of their errors in repeated attempts.

Kesalahan tidak dapat terelakkan.

Kita tidak bisa menghindarinya. Ketika kita gagal, Ketika Anda gagal, apakah kita akan meninggalkan impian kita, atau pindah ke jalur lain yang masih bisa membawa kita untuk mencapai impian. Terus mencoba, belajar dari keberhasilan dan tidak mengulangi kesalahan kita, meskipun itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s