Memeluk Harum

Siang tadi aku mencium bau harum yang biasa menempel di tubuhmu

Tidak, aku tahu Kamu tak mungkin ada di sini

Dan aku pun tidak berharap bau harum yang tercium hidungku adalah kehadiranmu

Karena aku tahu, kamu berada di ujung Batavia

Mungkin seseorang memakai parfum yang sama denganmu

Tapi tahu kah kamu? Hanya mencium sekilas saja bisa membuatku rindu setengah mati padamu

Aku ingin terus mencium bau harum itu

Aku tak ingin ia berlalu, Aku ingin merasakan kehadiranmu

Bisa kah aku memeluk bau harum itu kalau aku tak bisa memelukmu?

Aku rindu pelukmu, lengkap dengan mencium bau harum yang menempel di tubuhmu

Aku rindu, sebuah peluk di hari Minggu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s