What do You Want?

sunny-summer-catcher-feathers

Hidup penuh dengan pertanyaan, tapi ada satu yang perlu dijawab.

What do you want?

Apa yang kamu inginkan di hidupmu? Karirmu? Hubunganmu? Ini bukan pertanyaan yang mudah, tapi inilah mengapa kamu perlu menjawabnya. Jika kamu tidak bisa menjawab pertanyaan itu, Kamu tidak bisa melakukan apapun.

Ketika kamu merasa stuck di hidup ini, itu bukan karena keadaan. Memang mudah menyalahkan perasaan-perasaan dari luar, faktor-faktor dari luar, tapi sebenarnya dari dalam diri sendiri lah penyebabnya.

Kita merasa stuck karena kita ngga tau apa yang kita mau – bukan karena kita tidak punya apa yang kita mau.

Kita punya lebih banyak pilihan dari yang kita sadari, tapi kita tidak bisa melihatnya. Kita tidak butuh jawaban yang benar, kita hanya butuh sebuah jawaban. Tidak ada jawaban yang benar untuk pertanyaan “Apa yang kamu inginkan?”

Ada ribuan hingga jutaan jalan untuk mengisi hidup ini. Tapi tanpa sebuah jawaban, kita tidak akan punya kompas. Tidak ada yang memandu keputusan kita, yang mengisi kepercayaan diri yang kita butuhkan untuk mencapai keberhasilan.

Jangan coba mencari jalan pintas untuk mencari hidup yang sempurna. Pilihlah satu jawaban, dan biarkan ia memandumu. Walaupun jawaban yang kamu kejar ternyata hanya berakhir di ujung sana, it’s still worth it because you will have learned a lot in the process. Bahkan kegagalan bisa membawa sebuah nilai/pembelajaran.

Apa yang kamu inginkan. Bukan apa yang orang lain inginkan.

Jawaban dari pertanyaan itu bukan apa yang orang tuamu, temanmu, atau haters-mu inginkan untukmu. Bukan yang kamu pikir kamu harus inginkan. Bukan yang dulu pernah kamu inginkan. Yang kamu inginkan untuk dirimu sendiri, sekarang.

Advertisements

Tulislah

pexels-photobbLakukan untuk dirimu sendiri

Walaupun tulisanmu tidak akan ngehits

Walaupun tulisanmu tidak terlalu memiliki makna yang dalam

Walaupun kamu tidak percaya diri

Walaupun kamu berpikir kamu akan melakukannya nanti (yang malah menjadi tidak sama sekali)

Walaupun seseorang sudah menuliskan tentang hal yang sama tadi pagi

Walaupun ini adalah hari Minggu dan tidak ada yang akan membacanya

Walaupun tulisanmu hanya buah pikiran yang ngasal

Walaupun tulisanmu terlalu intim

Walaupun kamu cuma punya beberapa menit lagi

Walaupun kamu tidak menyelesaikannya.

Tulislah

Kamu tidak perlu menulis sebuah masterpiece

Tulislah pikiran-pikiran kecilmu

Mulailah dengan sebuah baris.

Keluarkan ide-ide dari kepalamu

Taruh menjadi sebuah tulisan

Kemudian lihat apa yang terjadi nanti.

Lakukan sekarang

Karena, kenapa tidak?

Ayah teman saya berumur hamper 60 tahun.

Suatu hari dia bilang ke saya mau nulis sebuah buku, sejak dia berumur 20 tahun.

Dia tidak pernah melakukannya.

Karena dia tidak menemukan judul yang tepat untuk tulisannya itu.

Apa kamu juga mau menghabiska 40 tahun hanya berpikir mau menulis sesuatu sebelum kamu benar-benar melakukannya?

Lakukanlah. Tulislah.

Memeluk Harum

Siang tadi aku mencium bau harum yang biasa menempel di tubuhmu

Tidak, aku tahu Kamu tak mungkin ada di sini

Dan aku pun tidak berharap bau harum yang tercium hidungku adalah kehadiranmu

Karena aku tahu, kamu berada di ujung Batavia

Mungkin seseorang memakai parfum yang sama denganmu

Tapi tahu kah kamu? Hanya mencium sekilas saja bisa membuatku rindu setengah mati padamu

Aku ingin terus mencium bau harum itu

Aku tak ingin ia berlalu, Aku ingin merasakan kehadiranmu

Bisa kah aku memeluk bau harum itu kalau aku tak bisa memelukmu?

Aku rindu pelukmu, lengkap dengan mencium bau harum yang menempel di tubuhmu

Aku rindu, sebuah peluk di hari Minggu

Jangan Belajar dari Kesalahan

building-joy-planning-plans

Kita belajar lebih baik dari keberhasilan kita

Apa yang sebenarnya kita pelajari dari kesalahan? Mungkin kita belajar untuk tidak mengulanginya lagi, tapi seberapa bernilai kah itu? Kita masih belum tau apa yang harus kita lakukan setelah kegagalan itu. Dengan pengetahuan yang sama kita masih bisa mengulang kesalahan yang sama yang membuat kita gagal.

Kita tetap membuat kesalahan dengan belajar dari kesalahan kita.

Siapapun yang bilang bahwa kita bisa dan harus belajar dari kesalahan kita telah membuat sebuah kesalahan. Manusia lebih baik dalam belajar setelah mereka melakukan sesuatu yang benar, dibanding setelah melakukan sesuatu yang salah.

Kenapa kita belajar lebih banyak dari keberhasilan kita.

Penelitian dari MIT di masa lalu menunjukkan bahwa otak belajar lebih banyak setelah mencapai sebuah keberhasilan, bukan kegagalan. Studi tersebut mengindikasikan, kontra dengan apa yang diterima secara global (belajar dari kesalahan), bahwa neuron-neuron dalam otak mampu menyimpan memori atas sebuah kesuksesan ketika belajar dan berjalan lebih baik setelah kita melakukannya dengan benar, bukan melakukan yang salah.

We have shown that brain cells keep track of whether recent behaviors were successful or not,” Miller said. Furthermore, when a behavior was successful, cells became more finely tuned to what the animal was learning. After a failure, there was little or no change in the brain — nor was there any improvement in behavior.

Belajar dari keberhasilan kita.

Belajar dari keberhasilan kita di satu sisi, membuat kita menjadi orang yang lebih baik yang mengetahui mana yang bisa membuat kita berhasil dan yang paling penting adalah kita bisa melakukannya lebih baik lagi.

Kesalahan membuatnya layak untuk dipelajari, membuat kita tumbuh dan meng-improve diri, tetapi kesalahan kita tidak akan membuat kita menjadi orang yang lebih baik jika kita tidak berhenti sejenak, dan belajar dari mereka yang berhasil melakukannya.

Menurut ilmuwan, Orang yang tetap melakukan kesalahan yang sama memiliki lebih sedikit otak yang aktif.

Sebuah penelitian dipimpin oleh Profesor Joydeep Bhattacharya di Departemen Psikologi Goldsmith, Universitas London, menguji bagaimana otak mendefinisikan seseorang sebagai “pembelajar yang baik” dari mereka yang tidak belajar dari kesalahannya.

‘We are always told how important it is to learn from our errors, our experiences, but is this true?,’ he said. ‘If so, then why do we all not learn from our experiences in the same way? It seems some people rarely do, even when they were informed of their errors in repeated attempts.

Kesalahan tidak dapat terelakkan.

Kita tidak bisa menghindarinya. Ketika kita gagal, Ketika Anda gagal, apakah kita akan meninggalkan impian kita, atau pindah ke jalur lain yang masih bisa membawa kita untuk mencapai impian. Terus mencoba, belajar dari keberhasilan dan tidak mengulangi kesalahan kita, meskipun itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.